Start Learning to Grow
Pick your online course today!
Skill up and have an impact! Your development starts here.
Time to start a course.
Welcome On Board! New Employee Onboarding Program (NEOP) adalah modul yang dikhususkan untuk karyawan baru di Linsa. Bertujuan untuk mempermudah New Employee mengenal Linsa.
Berdasarkan problem identification, ditemukan bahwa performa mesin utama (Main Engine) pada kapal Lintas XVII belum optimal, di mana putaran mesin (RPM) hanya mencapai 50-60% dari kapasitas Maximum Continuous Rating (MCR), sehingga mengakibatkan pemborosan konsumsi bahan bakar dan waktu tempuh yang lebih lama. Proyek InTEKS 2025 ini berfokus pada what want to improve, yaitu meningkatkan performa mesin hingga 80% MCR (1100 RPM) serta memperbaiki voyage performance melalui pengaturan trim kapal yang lebih efisien. Sebagai problem solution, dilakukan serangkaian Kaizen meliputi pembersihan sistem pendingin, optimalisasi parameter mesin, serta pemasangan Nitrogen Generator untuk mendukung sistem nitrogen blanket pada tangki kargo. Inisiatif ini memberikan impact berupa peningkatan kecepatan kapal yang signifikan, penurunan rasio konsumsi BBM per mil laut, serta kesiapan teknis armada dalam memenuhi standar operasional yang lebih ketat. Sebagai conclusion, hasil perbaikan ini telah dibakukan ke dalam standar baru voyage performance (seperti standar draft haluan dan buritan) serta menjadi dasar untuk rencana pengembangan sistem cooling mesin tertutup guna mencapai efisiensi maksimal di masa mendatang.
Keywords: 80% MCR, RPM Optimization, Nitrogen Generator, Nitrogen Blanket, Voyage Performance.
Berdasarkan problem identification, ditemukan bahwa availability kapal Lintas XVII rendah akibat seringnya terjadi kerusakan mesin yang tidak terduga (breakdown), yang berdampak pada tingginya biaya perbaikan dan hilangnya potensi pendapatan. Proyek ini berfokus pada what we want to improve, yaitu meningkatkan kesiapan operasional kapal melalui penerapan sistem predictive maintenance guna mendeteksi gejala kerusakan sebelum terjadi kegagalan total. Sebagai problem solution, dilakukan implementasi monitoring getaran, analisis sampel oli secara berkala, serta digitalisasi pelaporan kondisi mesin melalui sistem logbook digital. Inisiatif ini memberikan impact berupa penurunan angka downtime mesin secara drastis, optimalisasi masa pakai komponen, dan peningkatan reliability armada dalam melayani rute operasional. Sebagai conclusion, metode pemeliharaan prediktif ini telah dibakukan ke dalam maintenance flow perusahaan dan menjadi acuan untuk pengembangan proyek efisiensi RPM mesin pada periode berikutnya.
Keywords: Predictive Maintenance, Vessel Availability, Breakdown Prevention, Reliability Engineering, Maintenance Flow.