Linsa Course
Dalam problem identification, teridentifikasi masalah teknis pada saat proses pelepasan nozzle mesin kapal yang sering kali dipaksa menggunakan palu karena posisi yang sulit, sehingga menyebabkan kerusakan pada drat nozzle assy dan risiko tangan operator terjepit. Proyek ini memfokuskan what want to improve pada upaya mencegah kerusakan komponen mesin (drat nozzle) serta meningkatkan aspek keselamatan dan kecepatan kerja mekanik. Sebagai problem solution, Zainuddin menciptakan alat bantu khusus (spesialis puller) yang memungkinkan pencabutan nozzle dilakukan secara lurus dan stabil tanpa perlu dipukul. Inisiatif ini memberikan impact yang signifikan berupa percepatan waktu pencabutan menjadi hanya 30 detik, penghapusan risiko cedera tangan, serta potensi penghematan dari pencegahan loss revenue akibat kerusakan mesin sebesar Rp 228.479.936 per tahun untuk 8 unit kapal. Sebagai conclusion, penggunaan alat bantu pelepasan nozzle ini telah distandarisasi di unit Workshop sebagai bagian dari prosedur pemeliharaan rutin (PMS) mesin yang lebih aman dan efisien.
Keywords: Nozzle Assy, Special Tool Puller, Workshop Innovation, Preventive Maintenance.
Berdasarkan problem identification, ditemukan masalah ketidakteraturan jadwal pengisian bahan bakar (bunker) yang menyebabkan waktu tunggu (idle time) rata-rata 6 jam per shipment dan memicu kepanikan operasional. Proyek ini berfokus pada what want to improve, yaitu meningkatkan ketepatan waktu bunker agar prosesnya lebih terencana dan efisien. Sebagai problem solution, dilakukan koordinasi H-2 sebelum kedatangan kapal, penyusunan jadwal bunker yang sinkron dengan tim Purchasing, dan pemantauan stok bahan bakar secara lebih ketat. Inisiatif ini memberikan impact berupa penghematan biaya operasional sebesar Rp 41.367.000 per bulan (dari pengurangan konsumsi AE selama waktu tunggu) dan proses kerja yang lebih tenang. Sebagai conclusion, prosedur permintaan bunker ini telah dibakukan ke dalam sistem manajemen operasional (CM-007) untuk memastikan konsistensi di masa mendatang.
Keywords: Bunker Performance, Ontime Delivery, Cost Saving, Idle Time Reduction, Operational Planning.
Identifikasi masalah menunjukkan bahwa proses pengerjaan payroll kru masih dilakukan secara manual menggunakan media yang rumit, sehingga memakan waktu hingga 16 jam (2 hari kerja) dan rentan terhadap kesalahan input data. Proyek ini berfokus pada what want to improve, yaitu meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan menjadi 8 jam (1 hari kerja) serta menjamin akurasi data gaji. Sebagai problem solution, dilakukan pengembangan sistem perhitungan yang terintegrasi dan aplikasi online sederhana untuk otomasi penghitungan komponen gaji kru. Inisiatif ini memberikan impact berupa penghematan waktu kerja sebesar 50% dan meminimalisir komplain kru terkait kesalahan nominal gaji. Sebagai conclusion, penggunaan sistem payroll digital ini telah dibakukan untuk menggantikan metode manual di departemen Crewing.
Keywords: Payroll Efficiency, Data Accuracy, Process Automation, Crewing Management, Time Saving.