2025 - QCP - Implementasi Budaya 5R dalam Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Kerja di Atas Kapal
Pada bagian problem identification, diketahui bahwa kondisi penataan letak (housekeeping) barang di area dek dan permesinan armada kapal belum dikelola dengan rapi, menimbulkan risiko keselamatan kerja (Safety) serta memicu penumpukan material bekas/besi tua (scrap). Sasaran what want to improve difokuskan pada upaya mereduksi angka risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi tata ruang bagi mobilitas Anak Buah Kapal (ABK) lewat penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Sebagai problem solution, diselenggarakan program pelatihan kesadaran 5R bagi para kru laut, eksekusi penjualan barang bekas/scrap, serta pembuatan fasilitas penampungan sampah terstandar menggunakan modifikasi kaleng bekas. Penerapan ini menelurkan impact yaitu menurunnya tingkat hazard di area kapal berkat sirkulasi mobilitas kerja yang lebih teratur, ditambah adanya pemasukan finansial tambahan dari penjualan sisa material. Pada tahap conclusion, perusahaan membentuk Komite 5R Armada dan mengesahkan siklus Audit 5R tahunan sebagai prosedur operasional standar K3 (HSE) dalam keseharian operasional kapal.
Keywords: 5R Concept, Safety Improvement, Scrap Management, 5R Audit, Workplace Organization.
| Penanggung Jawab | HENRIKUS PERMADI |
|---|---|
| Terakhir diperbarui | 26/06/2026 |
| Anggota | 1 |
Share Kursus Ini
Bagikan Link
Share di Social Media
Share melalui Email
Silakan login untuk membagikan ini 2025 - QCP - Implementasi Budaya 5R dalam Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Kerja di Atas Kapal dengan email.