Linsa Course

2025 - QCP - Implementasi Budaya 5R dalam Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Kerja di Atas Kapal
2025 - QCP - Implementasi Budaya 5R dalam Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Kerja di Atas Kapal

Pada bagian problem identification, diketahui bahwa kondisi penataan letak (housekeeping) barang di area dek dan permesinan armada kapal belum dikelola dengan rapi, menimbulkan risiko keselamatan kerja (Safety) serta memicu penumpukan material bekas/besi tua (scrap). Sasaran what want to improve difokuskan pada upaya mereduksi angka risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi tata ruang bagi mobilitas Anak Buah Kapal (ABK) lewat penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Sebagai problem solution, diselenggarakan program pelatihan kesadaran 5R bagi para kru laut, eksekusi penjualan barang bekas/scrap, serta pembuatan fasilitas penampungan sampah terstandar menggunakan modifikasi kaleng bekas. Penerapan ini menelurkan impact yaitu menurunnya tingkat hazard di area kapal berkat sirkulasi mobilitas kerja yang lebih teratur, ditambah adanya pemasukan finansial tambahan dari penjualan sisa material. Pada tahap conclusion, perusahaan membentuk Komite 5R Armada dan mengesahkan siklus Audit 5R tahunan sebagai prosedur operasional standar K3 (HSE) dalam keseharian operasional kapal.

Keywords: 5R Concept, Safety Improvement, Scrap Management, 5R Audit, Workplace Organization.

2025 - QCP - Optimasi Penyimpanan Barang untuk Kebutuhan Purlog dan HCGA
2025 - QCP - Optimasi Penyimpanan Barang untuk Kebutuhan Purlog dan HCGA

Berdasarkan tinjauan problem identification, layout ruang kerja departemen Purlog & HCGA dinilai terlampau sempit dan tidak proporsional, di mana tumpukan alat kerja menyebabkan kebisingan, kurangnya privasi meeting, serta menurunnya aspek moral produktivitas (QCDSMPE). Tim merumuskan what want to improve untuk mengoptimalkan letak tata ruang dan fasilitas penyimpanan logistik demi menunjang kenyamanan, konsentrasi, produktivitas, serta keselamatan karyawan. Langkah problem solution diwujudkan dengan pengaplikasian penyegaran (refreshment) Training 5R, penyortiran tumpukan dokumen fisik, serta relokasi rak-rak arsip ke ruangan alternatif yang kosong berbekal persetujuan pengelola gedung. Proses ini membawa impact langsung berupa suasana ruangan kantor yang terasa jauh lebih lapang dan hening, memungkinkan ritme dan fokus kerja staf meningkat drastis tanpa terganggu hiruk-pikuk fisik operasional. Sebagai conclusion, pemisahan zonasi arsip logistik ini dijadikan pedoman regulasi standar budaya tempat kerja guna mendukung kelancaran produktivitas operasional harian manajemen perbekalan.

Keywords: Warehouse Optimization, 5R Training, Storage Efficiency, Inventory Management.

2025 - QCP - Meningkatkan Performance Kapal TB Aryaloka dengan Repowering Engine
2025 - QCP - Meningkatkan Performance Kapal TB Aryaloka dengan Repowering Engine

Pada segi problem identification, produktivitas armada Tug Boat (TB) Aryaloka sering terhambat oleh lambatnya aktivitas pendorong muatan (blowing), di mana kapasitas air tank kompresor sangat terbatas (menghabiskan waktu tunggu 20 menit hanya untuk mengisi daya dorong per tiga tembakan udara). Oleh sebab itu, tim memproyeksikan what want to improve untuk memangkas waiting time pengisian udara agar cycle time penarikan kargo kapal dapat dipersingkat. Realisasi problem solution diwujudkan lewat tindakan repowering (pembaruan spesifikasi daya kompresor mesin) disusul modifikasi jalur integrasi antara tangki angin (air tank) dengan sistem perpipaan kargo untuk melancarkan suplai udara. Hal tersebut memberikan impact durasi proses blowing cargo yang menjadi amat singkat, memungkinkan utilitas operasional kapal berputar secara jauh lebih agresif dan maksimal. Melalui bagian conclusion, rincian kalibrasi serta proses pembaruan kompresor mesin tersebut diresmikan di dalam SOP perawatan unit perkapalan agar kisah sukses upgrade ini dapat direplikasi pada armada tug boat lainnya.

Keywords: Repowering Engine, TB Aryaloka, Main Engine Performance, Fuel Ratio, Technical Upgrade.

2025 - QCP - Meningkatkan Efisiensi Proses Perhitungan hingga Pembayaran Premi Crew
2025 - QCP - Meningkatkan Efisiensi Proses Perhitungan hingga Pembayaran Premi Crew

Dalam hal problem identification, proses pembayaran pencairan dana premi (reward) kepada anak buah kapal dirasa berjalan sangat alot, di mana tingkat ketepatan waktu pendistribusiannya di awal bulan hanya berkisar di angka 46% akibat prosedur hitung manual yang tidak terintegrasi. Hal ini mendorong what want to improve untuk menyederhanakan rumitnya alur birokrasi dan meningkatkan persentase ketepatan pencairan premi kru tepat pada waktunya. Pemecahan problem solution diterapkan melalui sentralisasi metode standar alur pengajuan, pemasangan sistem peringatan (reminder), dan pemindahan kontrol data ke dalam Smart Integration System berbasis Order Management System (OMS) digital. Digitalisasi ini membuahkan impact tingkat akurasi hitungan premi yang amat presisi, sekaligus meroketnya pemenuhan angka pembayaran premi tepat waktu hingga mencapai 91% pada periode pembagian di awal bulan. Sebagai conclusion, platform ekosistem digital ini disahkan penggunannya di seluruh operasi dengan menginduk pada dokumen Standard Work Sheet (SWS) dan Instruksi Kerja (TSKK) sebagai pedoman birokrasi penggajian kru laut perusahaan.

Keywords: Premi Payment Efficiency, Digital Ecosystem Premi, Reminder System, OMS Integration.

2024 - QCP - Mempercepat Lead Time Pencarian Dokumen dengan Menerapkan Konsep 5R & Safety
2024 - QCP - Mempercepat Lead Time Pencarian Dokumen dengan Menerapkan Konsep 5R & Safety

Berdasarkan problem identification, ditemukan bahwa waktu pencarian dokumen di area kerja sangat lama, yaitu rata-rata 1 jam 10 menit, karena dokumen tidak terorganisir dan label tidak standar. Proyek ini berfokus pada what want to improve, yaitu mempercepat lead time pencarian dokumen hingga di bawah 10 menit guna meningkatkan efisiensi administrasi. Sebagai problem solution, diterapkan konsep 5R melalui standardisasi penomoran label order, penyediaan rak penyimpanan yang teridentifikasi, serta pemilahan dokumen aktif dan inaktif. Inisiatif ini memberikan impact berupa penurunan waktu pencarian secara drastis menjadi hanya 4 menit 13 detik (turun 94%). Sebagai conclusion, hasil ini dibakukan menjadi standar penomoran label dan tata letak arsip yang memudahkan seluruh personel dalam operasional sehari-hari.

Keywords: Lead Time, Document Retrieval, 5R Concept, Archive Management, Standard Labeling.

2024 - QCP - Menurunkan Waktu Pelaksanaan Familirisasi Crew Kapal Melalui Digitaliasi
2024 - QCP - Menurunkan Waktu Pelaksanaan Familirisasi Crew Kapal Melalui Digitaliasi

Ditemukan bahwa pelaksanaan familiarisasi bagi kru baru membutuhkan waktu yang lama dan penyampaian materi tidak seragam karena bergantung pada individu yang memberikan penjelasan. Proyek ini berfokus pada what want to improve, yaitu menurunkan durasi waktu pelaksanaan familiarisasi serta menstandarkan kualitas materi yang disampaikan. Sebagai problem solution, dilakukan digitalisasi materi melalui pembuatan video instruksional yang praktis dan dapat diakses kapan saja oleh kru. Inisiatif ini memberikan impact berupa efisiensi waktu yang signifikan, hilangnya tumpang tindih materi, dan kemudahan bagi kru untuk mempelajari kembali panduan operasional. Sebagai conclusion, jadwal dan materi familiarisasi digital ini telah dibakukan menjadi panduan standar bagi seluruh kru kapal yang baru bergabung.

Keywords: Digitalization, Crew Familiarization, Video Learning, Training Standardization, Time Efficiency.


2024 - QCP - Menurunkan Cargo Loss (R3) MT. Tanker Lineo 101 dari -0,27% menjadi -0,15% pada Rute Stagen-Morowali Pada Tahun 2023
2024 - QCP - Menurunkan Cargo Loss (R3) MT. Tanker Lineo 101 dari -0,27% menjadi -0,15% pada Rute Stagen-Morowali Pada Tahun 2023

Ditemukan bahwa persentase kehilangan kargo (cargo loss R3) pada rute Stagen-Morowali mencapai -0,27%, melampaui standar toleransi perusahaan. Proyek ini berfokus pada what want to improve, yaitu menurunkan nilai cargo loss R3 menjadi -0,15% serta mempercepat waktu bongkar muatan. Sebagai problem solution, dilakukan optimalisasi proses blowing pada jalur pipa kargo untuk memastikan muatan tersalurkan sepenuhnya serta pengetatan pengawasan saat proses sounding tangki. Inisiatif ini memberikan impact berupa penurunan kehilangan kargo hingga ke angka -0,12% dan efisiensi waktu operasional sebesar 2 jam. Sebagai conclusion, hasil perbaikan ini dijadikan standar operasional baru dalam instruksi kerja pembongkaran guna meminimalkan kerugian finansial dan meningkatkan kualitas layanan kargo.

Keywords: Cargo Loss (R3), Blowing Optimization, Discharge Leadtime, Quality Control, Cargo Performance.